Rabu, 22 April 2015
pengaruh aspek ketahanan nasional berbangsa dan bernegara
pengaruh aspek ketahanan nasional
berbangsa dan bernegara
Setiap aspek didalam kehidupan nasional pada umumnya
memiliki sutu perubahan menurut waktu, ruang dan lingkungan sehingga
interaksinya dapat menciptakan kondisi umum yang berbagai macam dan sulit
dipantau atau dapat dikatakan sangat kompleks dan rumit.
Dapat disimpulkan bahwa konsep ketahanan nasional akan
sangat menyangkut hubungan antara aspek yang mendukung kehidupan, yaitu seperti
:
1. Aspek yang
berhubungan dengan alam, biasa disebut aspek alamiah yang bersifat statis.
Diantaranya seperti, Aspek geografis, Aspek kependudukan, dan Aspek sumber
kekayaan alam.
2.
Aspek yang berhubungan dengan interaksi manusia atau dapat disebut sebagai
aspek sosial, dimana aspek ini bersifat dinamis. Yang termasuk Aspek Sosial
adalah, Aspek ideologi, Aspek politik, Aspek sosial budaya, Aspek ekonomi, dan
Aspek pertahanan dan keamanan.
Berikut ini akan dijelaskan 2 dari beberapa aspek tersebut :
I. Pengaruh
Aspek Ideologi
Ideologi
adalah kumpulan ide atau gagasan. Didalam sebuah ideologi terdapat sebuah
motivasi dan cara berpikir untuk mencpai cita-cita dari suatu bangsa. Secara
teori, suatu ideologi bersumber dari suatu falsafah dan merupakan pelaksaan
dari falsafah itu sendiri.
1. Ideologi Dunia
a. Liebralisme
(Individualisme)
Liberalisme atau Liberal adalah
sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai yang utama. Secara
umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh
kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya
pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.
Paham ini
bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak
ada yang dapat mengganggu gugat hak tersebut termasuk penguasa kecuali telah
ada persetujuan dari pihak yang bersangkutan. Kebebasan yang dianut dalam paham
ini adalah kebebasan mutlak, yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di
tengah-tengah kekayaan materil yang sangat melimpah dan dicapai dengan bebas.
b. Komunisme
Aliran pikiran golongan (class theory) yang diajarkan oleh
Karl Marx, Engels dan Lenin pada mulanya merupakan kritik Kark Marx atas
kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri.
Aliran pemikiran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan
golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan ekonomi kuat menindas
ekonomi lemah. Golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Karena
itu Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut
kekuasaan negara dari golongan kaya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat
ganti berkuasa dan mengatur negara.
Sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme, dalam
upaya merebut atau mempertahankan kekuasaan kominisme dalam upaya merebut atau
mempertahankan kekuasaan komunisme akan :
a.
Menciptakan situas konflik untuk mengadu golongan-golongan, tertentu serta
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
b.
Ajaran komunis bersifat atheis, tidak percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa,
dan didasarkan pada kebendaan (materialistis). Bahkan agama dinyatakan sebagai
racun bagi kehidupan bermasyarakat.
c.
Masyarakat komunis bercorak Internasional. Masyarakat yang dicita-citakan oleh
komunis adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi oleh kesadaran
nasiona1. Hal ini tercermin dalam seruan Marx yang terkenal”Kaum buruh
diseluruh dunia bersatulah!” Komunisme menghendaki masyarakat tanpa
nasionalisme.
d.
Masyarakat komunisme yang dicita-citakan adalah masyarakat tanpa kelas.
Masyarakat tanpa kelas dianggap masyarakat yang dapat memberikan suasana hidup
yang aman dan tentram, tanpa pertentangan, tanpa hak milik pribadi atas alat
produksi dan tanpa pembagian kerja.
c.
Faham Agama
Ideologi
bersumber dari falsafah agama yang termuat dalam kitab Agama.
2.
Ideologi Pancasila
Pancasila memiliki sifat-sifat
sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwalikan
5. Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia
Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai spiritual, memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan
yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia.
Sila
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mengandung nilai kesamaan derajat maupun
kewajiban dan hak, cinta mencintai, hormat menghormati, keberanian membela
kebenaran dan keadilan, toleransi, dan gotong royong.
Sila Persatuan Indonesia dalam
masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung nilai persatuan bangsa dan
kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat yang menjamin keutuhan nasional
atas dasar Bhineka Tunggal Ika
Sila
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau
perwalikan menunjukan bawha kedaulatan berada di tangan rakyat, yang diwujudkan
oleh persatuan nasional yang riil dan wajar
Sila
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai keadilan,
keseimbangan antara hak dan kewajiban, penghargaan terhadap hak orang, gotong
royong dalam suasana kekeluargaan, ringan tangan, dan kerja keras untuk
bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadlian sosial.
II. Pengaruh
Aspek Ekonomi
Perekonomian:
1.Aspek kehidupan nasional yang berkaitan
dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi: produksi, distribusi, dan
konsumsi barang-barang jasa
2.Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat secara individu maupun kelompok, serta cara-cara yang dilakukan
dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap
warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda
perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian
Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta.
Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem
perekonomian kerakyatan.
Wujud ketahanan
ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung
kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan
menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan
kemampuan rakyat.
Untuk mencapai
tingkat ketahanan ekonomi perlu pertahanan terhadap berbagai hal yang
menunjang, antara lain:
1.Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan
kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata.
2.EkonomiKerakyatanMenghindari:
a. Sistem free fight liberalism: Menguntungkan
pelaku ekonomi yang kuat.
b. Sistem Etastisme: Mematikan potensi
unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
c. Monopoli: Merugikan masyarakat dan
bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
3.Struktur ekonomi
dimantapkan secara seimbang antara sektor pertanian, perindustrian dan jasa.
5.Pemerataan
pembangunan.
6.Kemampuan
bersaing.
Langganan:
Postingan (Atom)